Beranda / Ekonomi / Emas Pegadaian 1 Feb 2026: Galeri24 & UBS Anjlok Lagi

Emas Pegadaian 1 Feb 2026: Galeri24 & UBS Anjlok Lagi

Emas Batangan Mengalami Koreksi Tajam, Investor Perlu Waspada

Jakarta – Pasar emas batangan di Indonesia mengalami koreksi harga yang signifikan pada awal Februari 2026. Produk unggulan dari UBS dan Galeri24 tercatat anjlok drastis, memberikan sinyal perubahan tren yang patut dicermati oleh para investor dan kolektor logam mulia. Penurunan ini merupakan cerminan langsung dari dinamika pasar emas global yang bergejolak menjelang akhir Januari 2026.

Pada Minggu, 1 Februari 2026, harga emas batangan dari kedua produsen ternama tersebut mengalami penurunan sebesar Rp190.000 per gram dibandingkan dengan hari sebelumnya. Kondisi ini membuat harga emas UBS untuk satu gram kini dibanderol di angka Rp2.996.000, sementara Galeri24 berada sedikit di bawahnya, yakni Rp2.981.000 per gram.

Penurunan yang terjadi pada akhir pekan ini bukanlah kejadian mendadak, melainkan kelanjutan dari tren pelemahan yang sudah mulai terasa sejak beberapa hari sebelumnya. Data menunjukkan bahwa pada Sabtu, 31 Januari 2026, harga kedua produk emas ini masih berada di level yang lebih tinggi, yaitu Rp3.186.000 untuk UBS dan Rp3.171.000 untuk Galeri24 per gramnya. Dalam rentang waktu yang singkat, investor yang memegang emas batangan dari kedua merek ini mengalami potensi kerugian yang tidak sedikit.

Analisis Faktor Penurun Harga Emas

Koreksi harga emas yang terjadi di pasar domestik, khususnya di lembaga seperti Pegadaian, tidak lepas dari pengaruh pasar global. Pelemahan harga emas global pada penghujung Januari 2026 menjadi pemicu utama penurunan ini. Beberapa faktor yang umumnya memengaruhi pergerakan harga emas global meliputi:

  • Perubahan Kebijakan Moneter Bank Sentral: Kenaikan suku bunga oleh bank sentral besar seperti Federal Reserve Amerika Serikat atau Bank Sentral Eropa dapat membuat aset lain seperti obligasi menjadi lebih menarik, sehingga mengurangi minat investor terhadap emas yang dianggap sebagai aset safe haven.
  • Kondisi Ekonomi Global: Ketidakpastian ekonomi, inflasi yang tinggi, atau kekhawatiran resesi di negara-negara besar seringkali mendorong investor untuk beralih ke emas. Sebaliknya, jika prospek ekonomi global membaik, permintaan terhadap emas bisa menurun.
  • Kekuatan Dolar Amerika Serikat: Emas diperdagangkan dalam dolar AS. Ketika dolar menguat terhadap mata uang lain, harga emas dalam mata uang lain cenderung menjadi lebih mahal, yang dapat menekan permintaannya.
  • Peristiwa Geopolitik: Ketegangan geopolitik, konflik, atau ketidakstabilan politik di berbagai belahan dunia biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai. Namun, jika situasi global relatif stabil, dampak ini bisa berkurang.
  • Pergerakan Pasar Komoditas Lain: Harga komoditas lain, seperti minyak mentah atau logam industri, juga dapat memengaruhi sentimen pasar secara keseluruhan, yang pada gilirannya bisa berdampak pada harga emas.

Meskipun berita ini berfokus pada penurunan harga, penting untuk diingat bahwa pasar emas bersifat dinamis. Fluktuasi harga adalah hal yang lumrah terjadi, dan investor perlu memiliki strategi yang matang untuk menghadapi volatilitas ini.

Trotoar Dibongkar dan Drainase Ditimbun, Apakah Rally Padel Sungai Panas mengantongi Izin Pembongkaran ?

Rincian Harga Emas Batangan per 1 Februari 2026

Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pergerakan harga, berikut adalah rincian harga emas batangan dari Galeri24 dan UBS per Minggu, 1 Februari 2026, sebagaimana tercatat di Sahabat Pegadaian:

Emas Galeri24

  • 0.5 gram: Rp 1.564.000
  • 1 gram: Rp 2.981.000
  • 2 gram: Rp 5.874.000
  • 5 gram: Rp 14.576.000
  • 10 gram: Rp 29.074.000
  • 25 gram: Rp 72.505.000
  • 50 gram: Rp 144.894.000
  • 100 gram: Rp 289.645.000
  • 250 gram: Rp 722.334.000
  • 500 gram: Rp 1.444.667.000
  • 1000 gram: Rp 2.889.334.000

Emas UBS

  • 0.5 gram: Rp 1.619.000
  • 1 gram: Rp 2.996.000
  • 2 gram: Rp 5.944.000
  • 5 gram: Rp 14.690.000
  • 10 gram: Rp 29.224.000
  • 25 gram: Rp 72.917.000
  • 50 gram: Rp 145.534.000
  • 100 gram: Rp 290.954.000
  • 250 gram: Rp 727.168.000
  • 500 gram: Rp 1.452.630.000

Implikasi bagi Investor

Penurunan harga emas yang tajam ini bisa menjadi peluang bagi investor yang memiliki dana tunai dan ingin menambah portofolio logam mulia mereka dengan harga yang lebih terjangkau. Namun, strategi investasi yang bijak tetap diperlukan. Penting untuk melakukan riset mendalam, memahami profil risiko, dan tidak melakukan investasi secara impulsif.

Bagi investor yang sudah memiliki emas, penurunan harga ini mungkin menimbulkan kekhawatiran. Namun, dalam jangka panjang, emas seringkali dianggap sebagai penyimpan nilai yang baik. Keputusan untuk menjual atau menahan aset emas harus didasarkan pada tujuan investasi jangka panjang dan kondisi finansial pribadi.

Para pelaku pasar diharapkan untuk terus memantau perkembangan pasar emas global dan domestik, serta berita ekonomi dan geopolitik yang dapat memengaruhi pergerakan harga di masa mendatang. Diversifikasi portofolio investasi tetap menjadi kunci utama dalam mengelola risiko di tengah ketidakpastian pasar.

Mahasiswa dan Pemuda Batam Apresiasi Kejaksaan Negeri Selamatkan Aset Pemko Rp1,09 Triliun

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement