Beranda / Breaking News / Longsor Cisarua: 7 Marinir Ditemukan, 16 Hilang

Longsor Cisarua: 7 Marinir Ditemukan, 16 Hilang

Tim SAR Gabungan Berhasil Evakuasi Tujuh Jenazah Prajurit Marinir Korban Longsor Cisarua

Bencana tanah longsor yang melanda wilayah Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) telah menimbulkan duka mendalam. Hingga Jumat (30/1/2026), tim SAR gabungan bersama prajurit TNI Angkatan Laut telah berhasil mengevakuasi tujuh jenazah prajurit Korps Marinir yang menjadi korban dalam peristiwa tragis tersebut. Pencarian terhadap belasan prajurit lainnya masih terus dilakukan dengan upaya maksimal.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengonfirmasi bahwa seluruh jenazah yang berhasil ditemukan telah berhasil dievakuasi dari lokasi yang terdampak longsor. “Hingga hari ini, Jumat (30/01), tim SAR gabungan bersama prajurit TNI AL yang bertugas di lapangan telah mengevakuasi tujuh jenazah prajurit. Sementara itu, pencarian terhadap 16 prajurit lainnya masih terus dilaksanakan secara maksimal,” ujar Tunggul pada Sabtu (31/1/2026).

Identifikasi Korban Meninggal Dunia

Dari tujuh prajurit yang jenazahnya berhasil dievakuasi, dua di antaranya baru berhasil diidentifikasi oleh tim evakuasi. Kedua prajurit tersebut adalah Serda Marinir Rein Pasaike dan Koptu Marinir Edi Haryono. Identifikasi kedua prajurit ini melengkapi lima identitas korban yang telah diumumkan sebelumnya pada Rabu (28/1/2026).

Berikut adalah daftar tujuh prajurit Korps Marinir yang telah berhasil dievakuasi:

Trotoar Dibongkar dan Drainase Ditimbun, Apakah Rally Padel Sungai Panas mengantongi Izin Pembongkaran ?

  • Serda Marinir Sidiq Hariyanto
  • Praka Marinir Muhammad Kori
  • Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita
  • Praka Marinir Ari Kurniawan
  • Pratu Marinir Febry Bramantio
  • Serda Marinir Rein Pasaike
  • Koptu Marinir Edi Haryono

Upaya identifikasi yang dilakukan oleh tim DVI (Disaster Victim Identification) sangat penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban. Proses ini melibatkan berbagai metode, termasuk pencocokan data antemortem dan postmortem, untuk memastikan identitas setiap jenazah terverifikasi dengan akurat.

Perpanjangan Operasi SAR untuk Menemukan Seluruh Korban

Menyikapi situasi yang masih memerlukan upaya pencarian intensif, Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas), Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, secara resmi memperpanjang operasi SAR tanah longsor di Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Perpanjangan operasi ini dilakukan pada hari ketujuh bencana, yaitu Jumat (30/1/2026), dan akan berlangsung selama tujuh hari ke depan hingga tanggal 6 Februari 2026.

Keputusan perpanjangan ini diambil setelah melalui evaluasi mendalam yang melibatkan berbagai pihak, termasuk Sar Mission Coordinator (SMC), Incident Commander dari Sekretaris Daerah Kabupaten Bandung Barat, tim DVI, dan seluruh elemen yang terlibat dalam operasi pencarian dan pertolongan.

“Dari hasil assesment, kita tadi mendengar informasi yang disampaikan SMC, incident commander Pak Sekda Kabupaten, tim DVI, dan yang tergabung dalam operasi ini, akhirnya kita memutuskan bahwa operasi pencarian dan pertolongan terus kita lanjutkan dengan pelibatan semaksimal mungkin kekuatan,” jelas Syafii di Posko Basarnas pada Jumat (30/1/2026).

Mahasiswa dan Pemuda Batam Apresiasi Kejaksaan Negeri Selamatkan Aset Pemko Rp1,09 Triliun

Perpanjangan operasi SAR ini juga menyesuaikan dengan masa tanggap darurat yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat melalui Surat Keputusan Bupati. Dengan adanya penetapan tanggap darurat selama 14 hari, diharapkan seluruh korban dapat segera ditemukan sebelum masa tersebut berakhir.

“Pada saat pemerintah daerah mendeklarasikan tanggap darurat selama 14 hari, mudah-mudahan sebelum 14 hari kita sudah bisa menemukan seluruh korban. Mohon doanya,” tambah Syafii, sembari memohon dukungan doa dari masyarakat agar operasi pencarian dapat berjalan lancar dan seluruh prajurit yang masih hilang dapat segera ditemukan.

Upaya pencarian yang terus dilakukan melibatkan berbagai elemen, termasuk personel dari TNI Angkatan Laut, Basarnas, Kepolisian, serta relawan. Berbagai peralatan canggih dan teknik pencarian modern juga dikerahkan untuk memaksimalkan temuan korban di area longsor yang cukup luas dan medannya yang sulit.

Bencana longsor ini menjadi pengingat akan pentingnya mitigasi bencana dan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama di daerah-daerah yang memiliki kontur perbukitan dan curah hujan tinggi. Dukungan dan doa dari seluruh masyarakat sangat diharapkan untuk kelancaran operasi SAR dan kekuatan bagi keluarga para korban.

9 Potret Liburan Seru Ibrahim Ali Khan di Dubai Bersama Sahabat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement