Beranda / Human Interest / Ressa Tantang Denada: Pengakuan Media Sosial atau Pernyataan Kuasa Hukum?

Ressa Tantang Denada: Pengakuan Media Sosial atau Pernyataan Kuasa Hukum?

Ressa Rizky Rossano Tuntut Pengakuan Langsung dari Denada, Kuasa Hukum Merasa Belum Cukup

Perseteruan antara penyanyi dangdut Denada dan pemuda yang mengaku sebagai anak kandungnya, Ressa Rizky Rossano, tampaknya masih jauh dari kata usai. Meskipun Denada, melalui kuasa hukumnya, telah mengakui Ressa sebagai darah dagingnya, pengakuan tersebut dinilai belum cukup oleh Ressa. Ia mendesak agar pengakuan itu datang langsung dari mulut Denada sendiri, bukan melalui perwakilan hukumnya.

Ressa Rizky Rossano, yang menghabiskan masa kecilnya di Banyuwangi, Jawa Timur, menyatakan kekecewaannya atas pengakuan yang disampaikan oleh kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal. “Dia mengakui tidak dari omongannya sendiri, tapi kuasa hukumnya,” ujar Ressa saat ditemui di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pernyataan ini menegaskan keinginan kuat Ressa untuk mendengar langsung dari Denada, “Pengennya secara langsung aja dari mulut Mbak Denada ya. Saya pengin adanya pengakuan langsung dari mulutnya,” tegasnya.

Jika Denada masih enggan memberikan pernyataan di hadapan publik, Ressa menawarkan alternatif lain. Ia berharap Denada dapat menyampaikan pengakuannya melalui media sosial atau pernyataan tertulis yang dapat diakses oleh masyarakat luas. “Kalau tidak ya bisa secara tertulis disampaikan ke masyarakat luas,” ungkapnya. Keraguan Ressa terhadap pengakuan yang disampaikan kuasa hukum cukup beralasan, “Karena sampai sekarang saya belum percaya, ucapan itu mewakili Denada,” tambahnya.

Ressa Rizky Rossano sendiri enggan berbicara lebih jauh mengenai detail pengakuan yang disampaikan pihak Denada. “Nanti biar kuasa hukum saya yang ngomong, makasih ya,” ujarnya singkat, menyerahkan kelanjutan komunikasi kepada tim hukumnya.

Latar belakang perseteruan ini bermula ketika Denada digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi dengan nilai gugatan fantastis mencapai Rp 7 miliar. Gugatan tersebut diajukan oleh Ressa Rizky Rossano yang mengklaim dirinya sebagai anak kandung Denada namun merasa ditelantarkan sejak kecil. Nilai gugatan ini mencakup kerugian materiil yang dialami Ressa.

Trotoar Dibongkar dan Drainase Ditimbun, Apakah Rally Padel Sungai Panas mengantongi Izin Pembongkaran ?

Denada Akui Ressa sebagai Anak Lewat Kuasa Hukum, Bantah Tuduhan Penelantaran

Penyanyi yang dikenal dengan nama Denada Anggia Ayu Tambunan, atau akrab disapa Denada, akhirnya secara resmi mengakui Ressa Rizky Rossano (24) sebagai anak kandungnya. Pengakuan ini disampaikan oleh kuasa hukum Denada, Muhammad Iqbal, di tengah proses hukum yang sedang berlangsung di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Jawa Timur.

“Ya, (Ressa) memang anaknya (Denada),” kata Iqbal, mengonfirmasi hubungan ibu dan anak tersebut. Ia menambahkan bahwa Denada tidak pernah menyangkal atau tidak menganggap Ressa sebagai anaknya. Melalui kuasa hukumnya, Denada juga membantah keras tuduhan penelantaran yang dilayangkan oleh Ressa. Iqbal menyatakan bahwa Denada telah berusaha memenuhi segala tanggung jawabnya sebagai seorang ibu.

Terkait isu aliran dana dan pembiayaan kebutuhan Ressa, Iqbal enggan memberikan rincian lebih lanjut. “Terkait pembiayaan (dikirim) ke siapa nanti silakan ditanya langsung (ke pihak Ressa),” ujarnya, menyarankan agar pertanyaan tersebut dialamatkan langsung kepada pihak Ressa.

Kesaksian Ibu Angkat: Momen Pilu Penyerahan Ressa dan Janji yang Tak Terpenuhi

Ratih Puspita Dewi, yang merupakan ibu angkat Ressa sekaligus tante dari Denada, menceritakan kembali momen mengharukan saat Ressa pertama kali dititipkan kepadanya. Saat itu, Ressa baru berusia 10 hari ketika diserahkan kepada Ratih di Surabaya, tanpa kehadiran Denada. Bayi Ressa diserahkan oleh nenek Denada, yang merupakan buyut Ressa.

“Jadi dijemput sama bapaknya Ressa (suami Ratih) dan emak yang biasa masak di rumah. Dijemput di Bandara Surabaya, dibawa ke hotel dulu, kami ambil di hotel,” kenang Ratih, mengutip dari sebuah kanal YouTube.

Mahasiswa dan Pemuda Batam Apresiasi Kejaksaan Negeri Selamatkan Aset Pemko Rp1,09 Triliun

Ratih juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap janji-janji manis yang pernah dilontarkan oleh pihak keluarga Denada di masa lalu, namun tak kunjung terealisasi. “Katanya dulu ‘Enggak usah khawatir soal susu, pasti datang truk-trukan’, ini itu, tapi enggak ada semua,” pungkasnya dengan nada pilu.

Perjuangan Ressa Mencari Identitas dan Pemicu Gugatan Rp 7 Miliar

Perjalanan Ressa Rizky Rossano untuk mengetahui jati dirinya tidaklah mudah. Ia mulai aktif mencari tahu asal-usulnya sejak mengalami perundungan (bullying) saat masih duduk di bangku SMP. Pencariannya membawanya pada titik terang setelah ia berhasil menemui seorang sopir yang menjadi saksi kunci. Sopir tersebut adalah orang yang membawanya dari Jakarta ke Banyuwangi sekitar 24 tahun yang lalu.

“Saya tanya semua keluarga yang naik mobil saat itu, tidak ada yang mau bilang,” kata Ressa, menggambarkan betapa tertutupnya informasi mengenai identitasnya.

Upaya Ressa membuahkan hasil ketika ia berhasil menemui sang sopir sebelum almarhum meninggal dunia. Dari percakapan tersebut, Ressa akhirnya mendapatkan kepastian mengenai siapa dirinya sebenarnya. Namun, rasa sakit hati mendalam muncul ketika ia mencoba meminta pengakuan langsung dari Denada. Alih-alih mendapatkan pengakuan, Denada justru menyebutnya sebagai adik atau saudara sepupu.

Perlakuan inilah yang kemudian memicu Ressa Rizky Rossano untuk mengambil langkah hukum. Ia memutuskan untuk melayangkan gugatan perdata senilai Rp 7 miliar ke Pengadilan Negeri Banyuwangi, sebagai bentuk tuntutan atas hak dan pengakuan yang selama ini ia dambakan.

9 Potret Liburan Seru Ibrahim Ali Khan di Dubai Bersama Sahabat

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

× Advertisement
× Advertisement